Tata Kelola

TATA KELOLA PERUSAHAAN

PT HARITA KENCANA SEKURITAS

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance – GCG) merupakan komitmen dari PT Harita Kencana Sekuritas dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Penerapan atas Tata Kelola Perusahaan yang Baik ini diupayakan oleh Perusahaan dengan menerapkan prinsip :

  1. Keterbukaan (transparency) : Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang material dan relevan mengenai kegiatan Perusahaan.
  2. Akuntabilitas (accountability) : Kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ Perusahaan sehingga Pengelolaan Perusahaan berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien.
  3. Pertanggungjawaban (responsibility) : Kesesuaian (Kepatuhan) Pengelolaan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan.
  4. Independensi (independency) : Suatu keadaan di mana Perusahaan dikelola secara profesioanl tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  5. Kewajaran (fairness) : Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak Pemangku Kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan komitmen Perusahaan untuk memberikan dan mempertahankan kepercayaan nasabah, pemegang Efek dan rekan usaha dan dunia pasar modal pada umumnya.

WHISTLE-BLOWING SYSTEM

Dalam menjalankan setiap kegiatan usahanya, PT Harita Kencana Sekuritas berkomitmen melaksanakan Good Corporate Governance sehingga menjadi perusahaan sekuritas yang terpercaya, sehat dan berintegritas.

 

Perusahaan melarang segala tindakan curang dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh Komisaris, Direksi dan Karyawan. Yang dimaksud dengan tindakan curang antara lain melakukan tindakan suap, gratifikasi atau sejenisnya, baik sebagai penerima ataupun pemberi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, yang dilakukan sehubungan dengan transaksi Perusahaan.

 

Untuk mencegah terjadinya kecurangan ataupun pelanggaran yang dapat merusak citra Perusahaan, maka Perusahaan menerapkan Whistle-Blowing System (Sistem pelaporan pelanggaran).

 

Apakah yang dimaksud dengan Whistle-Blowing System?

Whistle-Blowing System merupakan sarana untuk menyampaikan, mengelola dan menindaklanjuti laporan mengenai dugaan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak internal Perusahaan.

 

Siapa saja yang dapat menjadi pihak Terlapor?

Anggota komisaris, Direktur, karyawan dan organ lainnya.

 

Siapa saja yang dapat menjadi pihak Pelapor?

Pihak Internal : Anggota komisaris, Direktur, karyawan dan organ lainnya

Pihak Eksernal : Nasabah, Regulator, Vendor, dan pihak lainnya yang memiliki Kepentingan dengan Perusahaan.

 

Pelanggaran apa saja yang dapat dilaporkan?

Pelanggaran yang dilaporkan adalah korupsi, kolusi dan nepostisme, kecurangan, penipuan aset, pembocoran informasi, pencurian, pembiaran melakukan pelanggaran, benturan kepentingan, serta perbuatan melanggar hukum yang berlaku dan peraturan Perusahaan.

Bagaimana cara melakukan pelaporan?

Pelapor dapat menyampaikan pelaporan melalui:

Email : lapor-harita@haritasec.com
Surat : PT Harita Kencana Sekuritas, Gedung Panin Pusat lantai 4, Jl. Jend. Sudirman-Senayan, Jakarta 10270
Bagaimana Jaminan Kerahasiaan dan Perlindungan Pelapor?

  1. Perusahaan menjamin kerahasiaan identitas pelapor
  2. Perusahaan memberikan perlindungan pelapor dari segala bentuk tekanan, ancaman, intimidasi atau tindakan yang tidak menyenangkan dari pihak manapun juga.
  3. Jaminan kerahasiaan dan perlindungan pelapor (point 1 dan 2 di atas), diberikan sepanjang laporan yang disampaikan bukanlah pelaporan palsu dan/ atau fitnah.
  4. Pelapor yang melaporkan laporan palsu dan/atau fitnah dapat dikenai sanksi sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.